Shopping Cart Vs SMS & BBM

shopping vs sms

Ruzdee.com – Bagi pemilik online shop (OS), pasti tidak asing dengan istilah shopping cart, yakni fitur dimana calon pembeli bisa langsung membeli barang yang masuk ke shopping cart atau keranjang belanja, tinggal bayar kemudian kita sebagai pemilik online shop tinggal mengirim barang yang dipesan.

Alur yang sangat mudah, ada pesanan kita tinggal cek pembayaran langsung kirim barang yang dipesan ke alamat pembeli, di luar negeri, fitur seperti ini lumrah digunakan dari OS yang besar seperti ebay, amazon dll hingga OS personal yang masih kecil. Selain mudah untuk alur pembelian, pemilik OS bisa memanfaatkan data2 pembeli, misalkan saja mengumpulkan email pembeli untuk nantinya mengirimkan penawaran diskon atau barang2 terbaru melalui email.

Namun, apakah konsep shoppirt cart di Indonesia sudah bisa diterapkan? Bisa saya pastikan belum 100% bisa dijalankan di pasar lokal, mungkin hanya kurang dari 10% saja dari jumlah pembeli online yang menggunakan fitur shopping cart. Walau OS besar di Indonesia sudah banyak yang menggunakan fitur shopping cart, misal saja lazada, zalora, blibli dll. Dan belakangan ini banyak sekali bermunculan OS lokal personal baik itu dengan sistem dropshipping atau produk sendiri juga menggunakan shopping cart.

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis status:

Secanggih apapun shopping cart masih kalan canggih dengan teknologi bernama SMS dan BBM

Kenapa teknologi SMS dan BBM bisa mengalahkan shopping cart? Pembeli lokal masih terbawa dengan pasar konvensional, yakni “Menawar” yak, menawar!! walau sudah ditulis di website dengan harga yang jelas dan mungkin ditulisi NET atau harga pas, tetap saja banyak yang SMS dan BBM, “harganya bisa kurang ndak?.

Pembeli lokal masih belum bisa sepenuhnya di ajarkan menggunakan shopping cart, penggunaan coupon untuk shopping cart, mereka merasa dengan menawar langsung melalui SMS atau BBM hingga harga paling murah merupakan kepuasan tersendiri.

Bahkan ada perusahaan OS lokal yang menggunakan sistem affiliate dan sempat booming akhir tahun kemarin, namun ada yang lucu, total komisi sales order bisa mencapai 8jt, namun saat payout hanya 3jt, dan dikatakan bahwa yang 5jt gagal order atau cancel order, sangat menyedihkan.

Saya pribadi curiga, ini bukan kecurangan dari OS lokal tersebut, namun karena sifat pembeli yang suka menawar, setelah melakukan pembalian di website, mereka telpon/SMS ke OS tersebut dan yang lebih menyedihkan adalah terdapat fasilitas FREE ONGKIR dan bisa COD (Cash on Dilivery) atau pembayaran di tempat setelah dikirim.

Beberapa teman yang memiliki OS mempunyai pendapat sendiri tentang hal ini. menurutnya pembeli lokal jangan terlalu di paksakan untuk “pintar” menggunakan shopping cart, bukan maksud untuk membodohi pembeli, namun jangan terlalu memaksakan pembeli untuk tetap menggunakan shopping cart saat ini.

Karena bila pembeli sudah pintar menggunakan shopping cart, maka OS besar2 akan lebih menang dibandingkan OS kecil2 berbasis personal, karena mereka akan lebih mudah untuk memberikan penawaran misalkan saja penawaran diskon gila2 dll, dan juga bila sudah pintar menggunakan shopping cart, maka pembeli akan lebih senang dan merasa lebih mudah untuk membeli ke OS besar, karena hanya tinggal Pesan >> Bayar >> Barang Dikirim tidak perlu SMS atau BBM tanya ada diskon atau tidak, kapan barang sampai, kenapa barang tidak sampai2…. hehehe

Related Articles

Facebook Comment

1 Comment

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *


IBX598034F575849